Paroki Kristus Raja Baciro
Jl. Melati Wetan No.47, Baciro, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55225
Bertumbuh dalam Sukacita Paskah demi Masyarakat yang Sejahtera dan Bahagia
Ditulis oleh Kanes pada 20-04-2026
Minggu, 5 April 2026, suasana di Gereja Kristus Raja Baciro, Yogyakarta terasa hangat dan penuh sukacita. Sejak awal perayaan, umat sudah hadir dengan antusias, seolah membawa harapan baru dalam perayaan Hari Raya Paskah, hari kemenangan Kristus atas maut. Dengan tema “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Sejahtera dan Bahagia”, perayaan ini tidak hanya menjadi momen liturgi, tetapi juga ajakan untuk menghidupi iman secara nyata dalam keseharian.
Perayaan dibuka dengan lagu “Alleluya, Pujilah Tuhan” yang langsung mengangkat suasana. Iringan dari Baciro Children Choir menghadirkan nuansa yang sederhana namun menyentuh, mengingatkan bahwa sukacita iman sering kali lahir dari hati yang tulus. Sabda Tuhan yang dibacakan, mulai dari Kisah Para Rasul hingga Injil Yohanes tentang kubur yang kosong, kembali menegaskan inti iman kita: Kristus telah bangkit, dan kita dipanggil untuk hidup dalam terang-Nya.
Salah satu momen yang paling berkesan hadir dalam homili. Anak-anak diajak maju ke depan altar, bukan sekadar untuk mendengarkan, tetapi untuk ikut merasakan sukacita Paskah. Dengan cara yang ringan dan penuh canda, Romo mengajak mereka berdialog, bahkan sempat muncul jawaban polos yang mengundang tawa, seperti alasan kelinci menjadi simbol Paskah karena “mereka bertelur”. Namun di balik keceriaan itu, tersimpan pesan sederhana namun mendalam: Paskah adalah tentang kehidupan baru, tentang kebaikan, dan tentang sukacita yang lahir dari kasih. Anak-anak pun bernyanyi bersama lagu “Aku Bahagia”, diiringi biola oleh Romo Bertus dan gitar oleh Romo Aan, sambil menerima bingkisan yang semakin menambah keceriaan.
Dalam suasana yang kemudian menjadi lebih hening, umat diajak memperbarui janji baptis dengan menyalakan lilin Paskah. Cahaya-cahaya kecil yang menyala di tangan setiap umat menjadi simbol iman yang terus dihidupkan kembali, sebuah pengingat bahwa kebangkitan Kristus juga mengundang kita untuk bangkit dalam hidup yang baru, meninggalkan kegelapan, dan berjalan dalam terang.
Perayaan ini juga terasa semakin kaya dengan kebersamaan yang terjalin. Berbagai pihak turut ambil bagian dalam mendukung terselenggaranya rangkaian Paskah, baik dari lingkungan Gereja maupun dari luar. Kehadiran mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga pun menjadi tanda indah keterbukaan, di mana mereka merasakan sendiri suasana misa yang sakral sekaligus hangat, bahkan sejak perarakan masuk. Sambutan yang terbuka dari Paroki Baciro menjadi pengalaman tersendiri bagi mereka.
Di balik perayaan ini, ada kerja keras banyak pihak. Panitia Paskah telah mempersiapkan berbagai kegiatan, mulai dari lomba liturgi, festival kreatif OMK, hingga kegiatan anak-anak seperti menghias telur dan membuat hampers. Semua ini menjadi wujud nyata bagaimana Paskah dirayakan tidak hanya di dalam Gereja, tetapi juga melalui kebersamaan dan kreativitas umat. Bagi para pelayan, seperti tim CREMBO, Paskah tahun ini menjadi pengalaman yang penuh dinamika, ada rasa deg-degan, lelah, namun pada akhirnya berganti menjadi kelegaan dan sukacita.
Di tengah kebahagiaan itu, terselip juga nuansa haru ketika Romo Joseph El. Pr menyampaikan perpisahan sebelum melanjutkan studi di Jakarta. Ucapan terima kasih dan permohonan doa yang disampaikan menjadi pengingat bahwa perjalanan iman adalah sebuah proses yang terus berjalan, melampaui ruang dan waktu kebersamaan.
Ketika seluruh rangkaian perayaan hampir berakhir, umat diajak untuk menutupnya dengan penuh sukacita, bahkan melalui nyanyian yang mengajak untuk meninggalkan segala kepedihan dan berjalan dalam harapan. Paskah hari itu terasa bukan hanya dirayakan, tetapi sungguh dihidupi dalam tawa anak-anak, dalam doa yang hening, dalam pelayanan yang tulus, dan dalam kebersamaan yang menguatkan.
Paskah kembali mengingatkan kita bahwa harapan selalu ada. Bahwa di tengah berbagai tantangan hidup, kita dipanggil untuk menjadi pembawa terang, sekecil apa pun itu. Maka, semoga sukacita yang kita rasakan hari ini tidak berhenti di dalam Gereja saja, tetapi terus hidup dalam setiap langkah kita, di rumah, di lingkungan, dan di setiap perjumpaan. Karena Kristus telah bangkit, dan bersama-Nya, kita pun dipanggil untuk terus bertumbuh dan menghadirkan kasih bagi sesama 🤍